This paper presents a model for development of cocodiesel agroindustry in the remote and isolated areas. Using this new model both fishermen and coconut farmers can take advantages from the development of cocodiesel agroindustry The price of coco-diesel will be lower then fossil diesel whereas the price of coconut will be increased. The fisrt part of this paper discusses in details about the feasibility and techno-economical analysis of the development of cocodiesel agroindustry in a remote area, that is the district of Asah Singkil, in the Nanggroe Aceh Darussalam Province. Then M model for development of cocodiesel agroindustry by introducing a new apprcach namely “the poor helps the poor” will be presented in details. The results of this research indicate that the development of cocodiesel agroindustry using the “poor helps the poor” concept is very promising in the district ofAceh Singkil as very at for other remote areas in Indonesia.

Sumber : Jamaran, Irawadi. 2006. Model Pengembangan Agroindustri Cocodiesel Di Daerah Terpencil. Bogor. Institut Pertanian Bogor

Nama : Muhammad Shopia Ramdhan
NIM : F14110137
Departemen : Teknik Mesin dan Biosistem
Tentu kalian merasa asing ketika mendengar saya menyebutkan asal daerah asal. Saya berasal dari daerah yang bernama Tabalong. Tabalong merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Kalimantan Selatan. Letaknya sekitar 250 km dari ibukota provinsi yaitu Banjarmasin. Kita dapat menuju Tabalong dengan perjalanan darat selama 6 jam. Tabalong terkenal sekali akan hasil-hasil tambangnya yaitu minyak bumi dan batubara.
Namun layaknya daerah-daerah yang ada di Kalimantan Selatan lainnya kabupaten Tabalong juga memiliki potensi pertanian yang sangat besar sekali terutama di bidang pekebunan dan pertanian. Sampai saat ini 70% warga Tabalong masih berprofesi sebagai petani.
Di bidang pertanian, Tabalong memiliki potensi lahan pertanian sawah yang sangat besar. Hal ini di buktikan dengan di jadikannya Tabalong sebagai salah satu pemasok utama gabah untuk kebutuhan kabupaten-kabupaten lain yang ada di Kalimantan Selatan. Namun yang menjadi titik lemahnya dari potensi itu adalah dengan lahan yang sangat besar seperti itu daerah Tabalong masih belum mampu memaksimalkan hasil gabah layaknya pertanian di pulau Jawa.
Di bidang perkebunan, Tabalong memiliki perkebunan karet yang sangat besar sekali. Selain bertani di sawah warga Tabalong biasanya juga memiliki lahan perkebunan karet. Tanaman lain yang biasa di jadikan lahan perkebunan adalah sawit. Tanaman ini sangat banyak sekali di temukan di daerah Tabalong selain tanaman karet dan sawah sawah yang ada.
Di sektor lain seperti peternakan dan perikanan juga menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar. Selain lahan yang masih banyak. Kemudahan untuk mendapatkan pakan pakan alami untuk peternakan dan perikananpun menjadi faktor yang sangat mendukung pertanian di daerah Tabalong.

IPB Badge